Sebagai daerah yang terletak pada perbatasan antara Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Jawa Tengah, proses akulturasi antara dua kultur masyarakat Sunda dan Jawa tidak dapat terhindar lagi. Kedua kultur tadi kemudian menjadi satu, dan kemudian melahirkan sub kultur mandiri.
Pengaruh agama Islam mengakar pada relung-relung kalbu masyarakat dan nilai- nilai tradisi dan warna kesenian tradisional yang selalu berdasarkan falsafah agamis.
Kultur alam Priangan adalah daratan tinggi berbukit- bukit landai dan terkadang juga tajam dengan lembah yang curam.
Sebagai peninggalan kerajaan Padjadjaran yang pernah jaya, kreativitas seni budaya Priangan adalah tubuh sosok seni yang terkenal lemah gemulai.
Kreativitas lainnya adalah Angklung yang telah diangkat menjadi citra musik Indonesia. Angklung telah berhasil memikat perhatian bangsa lain di luar negeri. Para penggemar selalu mengharapkan agar setiap misi kesenian Indonesia yang akan digelar di luar negeri senantiasa menyertakan angklung pada bagian acara yang disajikan, kita patut bangga karena dimana angklung bergetar, disana terdapat ciri Indonesia.
Kultur Kaleran terletak memanjang di tepi Pantai Utara Pulau Jawa, mulai dari daerah Bekasi, Subang, dan Karawang. Kultur ini merupakan perpaduan dari kultur Cirebon, Kultur Priangan, dan pengaruh dari Betawi.
Provinsi Jawa Barat adalah salah satu propinsi di tanah air ini, yang disamping mempunyai keindahan alam yang menawan, juga terkenal dengan potensi budaya daerah yang beraneka ragam. Kekayaan budaya daerah tersebar di 25 Kab/Kota seJawa Barat.
Hal ini merupakan kebanggaan Nasional, khususnya masyarakat Jawa Barat. Sebagai ilustrasi, keindahan kota Bandung dijuluki oleh bangsa Belanda dengan sebutan ”Paris van Java”, kota Garut dijuluki “Swiss van Java” dan banyak lagi sanjungan lain yang memuji keindahan dan kemolekan alam Jawa Barat.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata
BALAI PENGELOLAAN TAMAN BUDAYA
copyright 2008