Kultur alam Priangan adalah daratan tinggi berbukit- bukit landai dan terkadang juga tajam dengan lembah yang curam. Udaranya sejuk segar, zaman dulu bangsa Belanda memanfaatkan keadaan alam Priangan menjadi suatu daerah perkebunan teh dan karet, hingga saat kini kita dapat menjumpai sisa-sisa perkebunan yang membalut sebagian perbukitan alam Priangan. Sebagai peninggalan kerajaan Padjadjaran yang pernah jaya, kreativitas seni budaya Priangan adalah tubuh sosok seni yang terkenal lemah gemulai, lengkingan suling serta dibalut oleh merdunya suara Priangan mendayu-dayu seperti semilirnya angin perbukitan.

Tinggalan lain berasal dari peninggalan Prabu Siliwangi yaitu seorang Pemangku Tahta Kerajaan Padjadjaran yang legendaris, kini mahkotanya tersimpan di Museum Prabu Geusan Ulun Kabupaten Sumedang, sedangkan tinggalan lainnya adalah Candi Cangkuang di Leles Garut dengan gaya arsitektur Hindu peninggalan abad ke 8. Upacara- upacara adat Priangan ada yang telah dimodifikasi agar lebih menarik dan menjadi seni pertunjukan untuk dipersembahkan kepada khalayak, misalnya upacara perkawinan dan bentuk prosesi lainnya.

Kreativitas lainnya adalah Angklung yang telah diangkat menjadi citra musik Indonesia. Angklung telah berhasil memikat perhatian bangsa lain di luar negeri. Para penggemar selalu mengharapkan agar setiap misi kesenian Indonesia yang akan digelar di luar negeri senantiasa menyertakan angklung pada bagian acara yang disajikan, kita patut bangga karena dimana angklung bergetar, disana terdapat ciri Indonesia. Demikian memasyarakatnya angklung di Jawa Barat, karena semula angklung adalah alat musik tradisional masyarakat Jawa Barat yang kemudian diangkat oleh Pak Daeng Sutigna dengan “Angklung Diatonis”. Kini hampir setiap sekolah dan Perguruan Tinggi mempunyai perkumpulan angklung yang siap disuguhkan. Untuk meningkatkan citra angklung di Indonesia khususnya Jawa Barat, ITB telah menyelenggarakan seminar tentang Panduan Angklung yang menghadirkan para pembicara “Pakar Kebudayaan Tingkat Nasional”. Untuk mengetahui cara pembuatan angklung, Saung Angklung Udjo Ngalagena di Padasuka Bandung siap setiap saat dan tak pernah sepi dari para pengunjung baik nusantara maupun asing. Beberapa jenis kesenian lainnya yang siap dikemas agar menarik para pelancong diantaranya Tari Keurseus, Tayuban, Jaipongan, Silat, Ketuk Tilu, Cianjuran, dan Longser. Dalam aspek seni rupa, Bandung adalah salah satu daerah yang menjadi potensi nasional disamping Bali, Yogyakarta, dan Jakarta. Di Bandung juga terdapat Galeri-galeri yang siap menyuguhkan pameran seni rupa dan desain. Demikian pula dalam seni arsitektur dan desain, Bandung adalah termasuk kota mode di Indonesia.

Untuk mengetahui cara pembuatan angklung, Saung Angklung Udjo Ngalagena di Padasuka Bandung siap setiap saat dan tak pernah sepi dari para pengunjung baik nusantara maupun asing. Beberapa jenis kesenian lainnya yang siap dikemas agar menarik para pelancong diantaranya Tari Keurseus, Tayuban, Jaipongan, Silat, Ketuk Tilu, Cianjuran, dan Longser. Dalam aspek seni rupa, Bandung adalah salah satu daerah yang menjadi potensi nasional disamping Bali, Yogyakarta, dan Jakarta. Di Bandung juga terdapat Galeri-galeri yang siap menyuguhkan pameran seni rupa dan desain. Demikian pula dalam seni arsitektur dan desain, Bandung adalah termasuk kota mode di Indonesia.


Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata
BALAI PENGELOLAAN TAMAN BUDAYA
copyright 2008